wartagres.com
Ekbis Headline

Wisata Religi Sunan Ampel Kembali Buka, Pelaku Usaha Mengaku Senang

Nizar Bin Yahya pemilik toko roti Tungga Dewi di Jl. KH Mas Mansyur.

SURABAYA, Wartagres.Com – Dibukanya kembali kawasan wisata religi Sunan Ampel membuat para pelaku usaha bisa sedikit bernafas lega, lantaran dapat kembali membuka usahanya meskipun omset atau penghasilanya menurun.

Salah satunya, Nizar Bin Yahya pemilik toko roti Tungga Dewi di Jl. KH Mas Mansyur mengaku, kalau omsetnya turun sekitar 50 persen di masa pandemi terutama saat diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) beberapa waktu lalu.

Diketahui wisata religi Sunan Ampel ditutup lantaran Surabaya berada di kawasan zona merah pandemi Covid-19. Sehingga membuat sebagaian wisata harus ditutup.

Hal itu tentunya sangat berdampak pada pertumbuhan ekomnomi khususnya di kota Surabaya melambat, bahkan menurun drastis.

“Memang ada efek omzet turun sampai 50 persen. Tapi gerai kami di Madura tidak berdampak,” terangnya, Jum’at (28/08/2020).

Nizar kembali menjelaskan, selama pandemi pihaknya berusaha agar tidak melakukan PHK maupun pengurangan gaji kepada karyawannya.

“Dorongan dari bawah yaitu para karyawan sangat kuat. Makanya kita gas terus dengan membuka gerai baru. Gerai di Jl.KH Mas Mansyur ini yang ketiga setelah 2 gerai sebelumnya di Darmo Permai Timur dan Tidar. Totalnya kita sudah punya 8 gerai,” terangnya lagi.

Promo merupakan salah satu cara untuk menaikkan omzet. Setidaknya membuat stabil neraca perdagangan agar tidak merugi. “Saat memperingati Hari Kemerdekaan kita ada promo beli 1 dapat 2, dan beli dengan harga 75 persen. Hasilnya omzet kita naik sampai 120 persen,” ungkapnya.

Menurut Nizar perilaku konsumen makanan sekarang berubah di masa new normal. “Mereka tidak lagi mementingkan makanan enak, melainkan yang aman dikonsumsi. Kita sudah membranding makanan aman sejak lama. Bersih dengan kemasan yang bagus dan aman,” jelasnya.

Kawasan Wisata Religi Makam Sunan Ampel menurut Nizar, sangat berpotensi untuk menggerakkan perekonomian. “Ini kawasan padat orang. Baik itu penduduk lokal maupun para wisatawan. Disini pula terdapat beragam segmen konsumen masyarakat,” pungkasnya. (Tur)