Tarkit Erdianto : Jika Diterapkan PSBB, Pemkab Sidoarjo Harus Lakukan Kajian Serius

by -40 Views

Sidoarjo, Wartagres.com – Menjadi Penyebaran virus Covid-19 ke dua terbesar setelah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dari data terakhir, Pemkab Sidoarjo masih menduduki Peringkat tertinggi setelah Surabaya.

Di Kabupaten Sidoarjo, jumlah pasien positif Covid-19 mencapai 57 + 1, Sembuh 5 orang dan meninggal 6 orang. Data tersebut tertanggal (19/4/2020) kemarin yang dirilis resmi oleh Pemprov Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pun memanggil tiga kepala daerah selain Sidoarjo. Yakni, walikota Surabaya dan Bupati Kabupaten Gresik. Ketiga wilayah ini menjadi penyebaran Virus Corona tertinggi jika dibandingkan dengan kota/ kabupaten yang lain di Jawa Timur.

Wacana PSBB ini sudah disepakati kemarin setelah dilakukan rapat terbatas dengan Gubernur Jatim di Grahadi Surabaya.

Dengan wacana tersebut, anggota DPRD Sidoarjo Tarkit Erdianto menyebutkan, jika dilakukan PSBB di Kabupaten Sidoarjo. Pemkab Sidoarjo harus benar – benar melakukan kajian, karena dampak yang ditimbulkan dari penerapan PSBB ini sangat besar.

“Iya saya setuju saja Sidoarjo menerapkan PSBB, upaya ini untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Namun perlu diingat, Sidoarjo ini adalah kota UMKM dan Industri kecil menengah. Sehingga, harus ada kajian yang memang harus dilakukan,” Ucap Tarkit saat dihubungi Via Telepon, Senin (20/4/2020).

Selain itu, di Sidoarjo sendiri masyarakat juga belum mentaati aturan yang diterapkan oleh Pemkab Sidoarjo maupun dari pihak kepolisian. Hal ini terbukti, masih banyaknya warga yang berkumpul seperti di wilayah jabon Sidoarjo. Disana masih banyak anak muda yang melakukan balap liar, tambahnya. (RDP)

No More Posts Available.

No more pages to load.