Ironis, Demi Kebutuhan Hidupnya Wanita Ini Sampai Rela Gadaikan Hanphone Satu-satunya

by -43 Views
Menunjukan surat gadai kepada politisi PDI Perjuangan di gedung DPRD Surabaya.

SURABAYA, Wartagres.Com – Massa Pandemi Covid-19, membuat masyarakat atau warga Kota Surabaya semakin terpuruk. Salah satunya Santi Marisa, warga Donorejo Selatan, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Simokerto, Surabaya.

Dirinya terpaksa mendatangi Gedung DPRD Kota Surabaya di Fraksi PDI Perjuangan, yang menceritakan tentang hidupnya hingga menggadaikan Hanphone satu-satunya senilai Rp. 300 ribu ke Koperasi untuk biaya hidup.

Ahmad Hidayat, Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya menjelaskan, bahwa ibu rumah tangga ini datang kesini meminta bantuan agar HP yang sudah digadaikan bisa dibantu untuk menebusnya. Karena, hanphone itu untuk sekolah daring anaknya yang masuk Sekolah Dasar (SD).

“Ibu ini datang ke Fraksi PDI untuk meminta bantuan agar HP nya yang sudah digadaikan bisa dibantu untuk ditebus, karena digunakan untuk sekolah daring anaknya,” kata Ahmad Hidayat, Sekretaris DPC PDI Kota Surabaya, usai menemui ibu tersebut, Senin (15/2/2021) sore.

Ditambahkan Ahmad, bahwa ibu ini sebenarnya masuk sebagai Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Seharusnya, ibu ini mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Surabaya.

Selain itu, HP yang ia gadaikan ke koperasi tersebut sebenarnya untuk sekolah daring anaknya. Karena di massa Pandemi Covid-19 saat ini, sekolah tidak dilakukan tatap muka, melainkan dengan sistem daring.

“Ibu muda ini sebenarnya masuk sebagai MBR, seharusnya bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah. Khsusnya dinas pendidikan untuk solusi belajar daring bagi anak ibu itu,” tambahnya.

Bahwa kejadian ini adalah keprihatinan bagi semuanya. Apalagi saat ini Pandemi Covid-19, banyak warga yang merasa berat dengan sistem daring sebagai upaya Pemerintah memutus Covid-19.

Namun disisi lain, bahwa sistem ini sebenarnya sangat memberatkan masyarakat. Apalagi untuk membeli paket data internet, untuk sistem belajar mengajar.

“Saya banyak terima keluhan dari warga surabaya, bahwa banyak dari mereka yang mengeluh dengan sistem daring. Karena mereka tidak bisa membeli paket data internet,” jelasnya.

Diharapkan dengan adanya peristiwa ini, Dinas Pendidikan Kota Surabaya bisa mencari solusi terbaik. Meski pendidikan dengan sistem daring, namun semua anak didik masih bisa belajar mengajar. (Tur)

No More Posts Available.

No more pages to load.