Komisi A Apresiasi PT Patriots Group Salurkan CSR untuk Warga Surabaya yang Kesulitan Bayar SPP Sekolah

by -491 Views
Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni.

SURABAYA, Wartagres.Com – PT Patriots Group menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa pembayaran SPP sekolah bagi siswa yang kesulitan.

Pimpinan PT Patriots Group, Raja Siahaan mengatakan, penyaluran CSR ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat.

“Ini sebagai bentuk bahwasanya PT Patriots Group benar-benar peduli terhadap kehidupan sosial masyarakat,” ujar Raja, Selasa (11/4/2023).

Raja menyampaikan, penyaluran CSR berupa pembayaran SPP sekolah bertujuan untuk menjaga asa para siswa untuk terus melanjutkan pendidikan dan mampu menggapai cita-cita.

“Pendidikan itu salah satu kunci utama kemajuan bangsa. PT Patriots Group punya harapan untuk bersinergi dengan pemkot memajukan pendidikan di Surabaya,” tutur Ketua Perkumpulan Binaraga Fitness Indonesia (PBFI) Jawa Timur.

Di tempat terpisah, Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Arif Fathoni sangat mengapresiasi penyaluran CSR PT Patriots Group kepada masyarakat.

Fathoni berharap, perusahaan pimpinan Raja Siahaan tersebut terus menjaga ikhtiar dalam hal membantu masyarakat dan pemerintah melalui penyaluran CSR.

“Kami betul-betul menghargai upaya PT Patriots Group selama ini yang banyak menyalurkan CSR kepada warga Surabaya yang kesulitan biaya pendidikan,” ungkap Fathoni.

Sebagai bentuk apresiasi, Fathoni berharap Pemkot Surabaya dapat memberikan penghargaan kepada PT Patriots Group atas kegiatan sosial yang gencar dilakukan.

“Sehingga ini merangsang korporasi lain di Surabaya yang selama ini belum memiliki kepedulian terhadap warga yang membutuhkan,” ungkap Ketua DPD Golkar Surabaya.

Ia juga meminta agar Pemkot Surabaya bisa bersinergi dengan korporasi yang ada di Surabaya untuk bersama mencerdaskan kehidupan bangsa dengan cara seperti yang dilakukan oleh PT Patriots Group.

“Dengan demikian, tidak ada lagi anak Surabaya yang menempuh jenjang pendidikan harus terhenti karena ketidakberuntungan secara ekonomi,” tutur mantan Jurnalis ini.

No More Posts Available.

No more pages to load.