Gagalkan Penyelundupan Lewat Jalur Laut, Polda Jatim Musnahkan 22 Kilo Kokain

by -84 Views
Polda Jatim gelar pers conference.

SURABAYA, Wartagres.Com – Polda Jawa Timur, musnahkan barang bukti Kokain yang ditemukan di pesisir Pantai Pasir Putih Kahuripan, Dusun Lombi Timur, Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, pada Senin (13/5/2026) lalu.

“Masalah narkoba selama 2026 ini ada 72,77 kilogram sabu, ganja 37,9 kilogram dan 53 batang tanaman, serta 22,22 kilogram kokain,” terang Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto, Senin, (4/5/2026) usai pemusnahan barang bukti kokain.

Kapolda menyebut, temuan ini memperkuat indikasi bahwa jalur laut menjadi salah satu pintu masuk peredaran narkoba jaringan internasional ke wilayah Jawa Timur.

Menurutnya, dari pemetaan kerawanan, Kota Surabaya menjadi wilayah dengan persentase kasus tertinggi mencapai 25,09 persen.

Sementara itu, daerah seperti Malang dan Sidoarjo, masuk dalam kategori zona merah dengan tingkat peredaran narkoba yang juga tinggi.

Namun, perhatian khusus kini difokuskan pada wilayah pesisir. Kapolda menilai garis pantai Jawa Timur yang panjang sangat rentan dimanfaatkan sebagai jalur penyelundupan narkotika.

“Wilayah pesisir yang relatif lebih sepi justru rawan dijadikan jalur penyelundupan. Ini menjadi perhatian khusus bagi kami,” terang Nanang.

Dijelaskan Kapolda, temuan kokain di Sumenep menjadi bukti nyata potensi ancaman tersebut. Awalnya, paket yang ditemukan memiliki berat kotor sekitar 27 kilogram karena tercampur pasir dan sampah laut.

Setelah dilakukan pembersihan, berat bersih kokain mencapai 22,226 kilogram.
Kapolda menyebut temuan ini sebagai hal yang tidak biasa, mengingat selama ini peredaran narkoba di Jawa Timur didominasi sabu, ganja, dan ekstasi.

“Ini menandakan ada bentuk narkoba yang penggunaannya tidak seperti biasanya. Jenis ini sangat mahal dan baru sekarang kami menemukan benda seperti ini,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya langkah cepat dalam penanganan barang bukti tersebut. Menurutnya, narkotika dengan nilai tinggi sangat rawan disalahgunakan jika tidak segera dimusnahkan.

“Barang-barang ini mempunyai nilai yang menggiurkan. Jadi lebih baik segera dimusnahkan supaya tidak terjadi penyalahgunaan,” ujarnya.

Polda Jatim bersama Mabes Polri tengah melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan di balik penyelundupan tersebut. Analisis mengarah pada kemungkinan keterkaitan dengan jaringan internasional, mengingat kokain umumnya berasal dari kawasan Amerika Selatan, khususnya Kolombia.

“Kami menganalisa jaringan dari data kokain di Kolombia. Ini menjadi indikasi kuat adanya jalur perdagangan gelap internasional yang masuk ke perairan kita,” katanya.

Kapolda juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam pengawasan, terutama di wilayah pesisir. Ia meminta warga segera melaporkan jika menemukan benda mencurigakan yang diduga terkait narkotika.

“Apabila melihat hal demikian segera laporkan kepada aparat terdekat supaya bisa segera diamankan,” tutup dia.

No More Posts Available.

No more pages to load.