Arif Fathoni Berharap Pemkot Lebih Intensif Lakukan Komunikasi dengan Pemprov Jawa Timur

by -58 Views

 

Surabaya, Wartagtes.com – Perseteruan antara Walikota dengan Gubernur terkait dengan operasional mobil PCR sungguh memilukan, mungkin ini kado ultah hari jadi kota Surabaya yang sangat memprihatinkan, mestinya orang disekeliling walikota bisa memberi masukan yang menyejukkan, sehingga sikap walikota bisa lebih tenang dalam menghadapi tekanan penanganan wabah Covid 19.

Anggota komisi A DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni berharap walikota lebih meningkatkan komunikasinya dengan Gubernur Jawa Timur terkait dengan penanganan bersama pandemik Covid 19.

“Karena disamping Surabaya sebagai ibukota Provinsi, Gubernur secara hirarki merupakan kepanjangan tangan pemerintah pusat di daerah, melawan secara vulgar Gubernur sama dengan melawan Pemerintah Pusat, dan itu tidak elok di Republik yang terbingkai dalam NKRI,” ucapnya.

Politisi fraksi Golkar tersebut mengatakan, penanganan pandemi Covid-19 tidak hanya soal alat tes, namun bagaimana pemerintah daerah merekayasa interaksi sosial agar mematuhi protokol kesehatan secara ketat, baik dalam himbauan yang di pasang dimasing masing area publik.

“Juga penyediaan hand sanitazer dan pemberian masker secara cuma cuma, faktanya saya kemarin keliling pasar pasar diwilayah Pemkot surabaya hal itu semuanya tidak ada sama sekali, inilah tugas Pemkot yang sangat esensial dari pada berdebat dengan instansi vertikal,” terangnya.

Mengingat hari ultah Surabaya ini, mantan jurnalis itu berharap, walikota memberikan kado kepada rakyatnya kebijakan roadmap penanganan pandemi secara strategis. “Oleh sebab itu jika ada kemauan sebenarnya sejak awal dalam pembahasan refocussing dan realokasi anggaran bisa digunakan untuk pencegahan dan penanganan secara maksimal, tidak parsial,” imbuhnya.

Dia menambahkan, cluster ekonomi harus tumbuh, salah satunya pasar pasar tradisional di Surabaya, tugas Pemkot adalah memastikan bahwa interaksi sosial tersebut memenuhi protokol kesehatan secara ketat, Pemkot harus hadir, dari pada sekedar berwacana.

“Yang sakit diobati, yang lebih penting yang sehat jangan sampai terinfeksi, caranya adalah pemerintah hadir dalam bentuk rekayasa sosial dengan protokol kesehatan ketat, itu yang harus diperhatikan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Jatim M. Sarmuji menambahkan, agar pengaturan yang bisa dilakukan dengan lorong yang sempit di Pasar Soponyono Rungkut dibuat jalan searah sehingga tidak berpapasan. “Jadi sesederhana itu bisa dilakukan,” kata Sarmuji yang rumahnya berada di Wonoayu, Rungkut. (Tur)

No More Posts Available.

No more pages to load.