Soal Peti Jenazah Terbuka, Tim Satgas Covid-19 RS Wiyung Sejahtera : Saya Yakin Petinya Sengaja Dibongkar

by -38 Views

SURABAYA, Wartagres.Com – Beredarnya foto sebuah peti jenazah yang tidak sengaja terbuka sendiri yang terjadi di TPU (Tempat Pemakaman Umum) Griya Kebraon beberapa hari lalu sempat menggegerkan warga sekitar.

Diketahui, mayat yang berada didalam peti tersebut adalah Tohari (72), Warga Griya Kebraon Utara, Kelurahan Kebraon, Kecamatan Karang Pilang yang sebelumnya dinyatakan meninggal dengan status PDP Covid-19 oleh RS Wiyung Sejahtera.

Namun, hal itu memantik emosi keluarga korban dan menuduh RS Wiyung Sejahtera tidak memakamkan jenazah almarhum Tohari sesuai protokol kesehatan yang ditentukan oleh pemerintah. Pasalnya, dalam sebuah foto itu terlihat mayat tersebut tidak terbungkus kain kafan hanya menggunakan kain putih seperti “popok bayi” yang menutupi bagian alat vital saja.

Mengetahui informasi tersebut, Tim Pemulasaran Jenazah Satgas Covid-19 RS Wiyung Sejahtera membantah, bahwa pihak RS tidak memakamkan sesuai protokol kesehatan.

Tim Pemulasaran Jenazah Satgas Covid-19, Anggelia Merry menceritakan kronologis sebenarnya mulai dari masuk RS Wiyung Sejahtera hingga kenapa proses pemakaman dilakukan di TPU Griya Kebraon.

Wanita yang juga Kepala HRD di RS Wiyung Sejahtera itu menceritakan, almarhum Tohari dan pihak keluarga datang ke RS Wiyung Sejahtera 5 Juni 2020 pukul 10.00 WIB pagi dan setelah itu langsung dilakukan pemeriksaan intensif dan melakukan pengecekan, hasilnya almarhum Tohari dinyatakan berstatus PDP Covid-19 oleh pihak RS Wiyung Sejahtera.

Dengan hasil itu, RS Wiyung langsung berkordinasi oleh pihak keluarga agar dimakamkan di pemkaman yang sudah ditunjuk oleh pemerintah kota Surabaya yakni, Keputih dan Babat Jerawat. Namun, keluarga menolaknya dan minta dimakamkan di pemakaman umum di Griya Kebraon.

Karena pihak keluarga tetap memaksa, akhirnya RS Wiyung Sejahtera menyerahkan proses pemakaman kepada keluarga jenazah. Namun RS Wiyung meminta kordinasi dari polsek Karang Pilang dan kepala puskesmas Kedurus untuk mengawal proses pemakaman agar sesuai protokol kesehatan Covid-19.

“Akhirnya kami serahkan pada keluarga mas, tapi kami tetap mengantarkan jenazah dengan mengunakan ambulan dari LMI serta memberikan pakaian APD untuk pihak keluarga yang akan memakamkan jenazah,” bebernya, saat ditemui Wartagres.com di RS Wiyung Sejahteta, Selasa (9/6/2020).

Sementara terkait terbukanya peti, Anggelia Merry meyakini, bahwa peti itu memang sengaja dibuka oleh seseorang untuk melihat kondisi jenazah yang ada di dalam peti mati.

“Padahal kondisi peti itu sudah tertup 8 baut yang terpasang dan walaupun terkena goncangan ngak mungkin sampai terbuka seperti itu pasti ada sesuatu yang membukanya. Ini bukan dugaan dan itu sudah pasti (dibongkar) saya ada fotonya,” imbuhnya.

Dengan adanya peristiwa ini pihak RS Wiyung Sejahtera akan segera melakukan pertemuan dengan pihak RW, Kecamatan dan pihak keluarga ntuk menelusuri kasus terkait peti mati yang terbuka tersebut. (Tur)

No More Posts Available.

No more pages to load.