Terkait Penolakan RS Covid-19 di Area Mal Cito Surabaya, Project Manager Siloam Drg Sian Tjoe Angkat Bicara

by -70 Views
Project Manager RS Siloam Cito Drg Sian Tjoe.

SURABAYA, Wartagres.Com – Adanya penolakan pembangunan Rumah Sakit khusus penanganan dan perawatan Covid-19. Yang akan dibangun di area mal cito, mendapatkan penolakan dari pemilik stand di mal cito surabaya.

Penolakan itu pun dijawab oleh, Project Manager RS Siloam Cito Drg Sian Tjoe, yang membenarkan bila rencana RS Siloam Cito Surabaya akan dibuka khusus merawat pasien Covid-19.

Sian mengaku, hal tersebut diminta BNPB, Pemerintah, dan Kemenkes RI dalam meringankan kondisi Pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Kami, membantu demi kemanusiaan, kami tidak berani memulai rumah sakit kalau belum ada izin. Kami minta arahan dari dinkes, kemenkes, dan membaca semua protokol yang dikeluarkan WHO. Sistem pengudaraannya pun, dilengkapi Hepa Filter,” jelas Sian saat konferensi pers, Rabu (3/2/2021).

Sian menjelaskan, RS Siloam telah membuka beragam rumah sakit yang lokasinya berada di sejumlah titik rawan persebaran Covid-19. Menggunakan sistem yang memiliki model pengudaraan yang baik dan prokes sesuai dengan WHO serta Kemenkes RI.

Ia menyebut, cek kesehatan berkala kepada para tenaga kesehatan (Nakes) juga dilakukan pihaknya secara kontinyu dan rutin

“Nakes kami, setiap 5 hari diperiksa darah serologi untuk melihat apakah terjangkit atau tidak. Tentu saja harus mengikuti semua yang dilakukan pemerintah,” bebernya.

Perihal adanya bangunan RS Siloam Cito itu, Sian mengaku telah memperoleh peninjauan dari Plt. Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana. Sian mengatakan, Whisnu telah menyarankan agar akses keluar dan masuk antara RS dengan pusat perbelanjaan tidak menjadi satu atau di pisah.

“Sudah kami lakukan (pemisahan jalan), sudah menghubungi Dinas Perhubungan, Lurah, dan jajarannya, mengadakan pendekatan dengan bu lurah, minta arahan. Sesuai petunjuk pak wali (Whisnu),” tambahnya.

Sian menegaskan kembali perihal lokasi RS Siloam di Cito, ia menyatakan bahwa gedung yang ada bukan berada di dalam Mall seperti yang dipersepsikan para pedagang dan pemilik apartemen. Ia menyebut, lokasi gedung terpisah dan aman.

“Ini (Gedung) terpisah, saya bisa yakinkan bahwa RS Siloam tertutup semua, jadi tidak ada akses yang bisa ditembus udara atau apa pun juga,” pungkasnya

Ketika ditanya terkait Amdal, Sian menegaskan pihaknya tengah menanyakan kelanjutan izin tersebut kepada instansi terkait, mulai dari izin pembangunan hingga operasional RS.

Untuk saat ini, sambung Sian, pihaknya masih menanti rekomendasi dan izin dari Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Kemenkes RI terkait pelayanan terpadu di Surabaya yang memiliki kapasitas 105 ruangan dengan ICU itu.

“Kami membuka untuk mensupport pemerintah. Hari ini saya dapat informasi bahwa hari ini benar – benar darurat, kondisi rumah sakit penuh se Jatim. Karena ruangan ICU yang paling susah dicari.  Sekarang masih 3 lantai, ICU di lantai 1sebelah UGD,” tutup dia. (Tur)

No More Posts Available.

No more pages to load.