Dihalangi Pasang Bendera Merah Putih, Pemilik Profider Laporkan Satpam Perumahan Elite ke Polda Jatim

by -190 Views
Pengusaha profider, Anwari (kiri), LBH, Nanang Sutrisno (kanan).

SURABAYA, Wartagres.Com – Memasang Bendera Merah Putih berujung pada laporan polisi, hal inilah yang dialami oleh Anwari. Saat ia ingin memasang bendera merah putih yang ia lakukan diatas Roostop disebuah ruko yang disewanya.

Anwari justru adu mulut dengan pihak security perumahan elite wilayah Surabaya Barat. Peristiwa ini terjadi pada 15 Oktober 2021 lalu, akibat dari penghadangan ini, dirinya yang didampingi oleh LBH RKM melaporkan ke Polda Jatim.

“Saya ini mau memasang Bendera Negara Indonesia Merah Putih. Tapi sama pihak security tidak diizinkan. Apalagi mereka mengatakan kepada saya “kamu bukan warga indonesia asli”. Saya jelas tersinggung dengan ucapan security itu,” jelas Anwari, Jumat (4/12/2021) malam.

Kronologinya, waktu itu saya bersama karyawan saya datang kesana mengunjungi salah satu ruko yang saya sewa. Dan pada saat itu saya akan memasang bendera merah putih di ruko. Tapi saya dihalangi oleh tujuh security.

“Yang saya sesalkan, bahwa perumahan elite itu hanya membangun perumahan, namun membuat aturan yang seolah tidak mentaati aturan negara republik indonesia,” tambahnya.

Selain persoalan pemasangan bendera yang dihalang halangi oleh pihak security, karyawannya juga mendapatkan perlakuan yang sama, namun bedanya. Saat karyawannya akan melakukan perbaikan internet di rumah pelanggan juga dihalang halangi security perumahan tersebut.

“Saya akhirnya meminta bantuan kepada LBH RKM untuk melalukan pendampingan,” pungkas dia.

Sementara itu LBH, Nanang Sutrisno, menjelaskan, bahwa pihaknya diminta bantuan untuk melakukan pendampingan karyawan profider Turbo Net. Justru salah satu teman dari LBH mendapatkan perlakuan yang tidak baik oleh security.

“Teman saya sudah menjelaskan ke security, bahwa dia dari LBH untuk melakukan pendampingan. Namun dia justru didorong oleh pihak security hingga dia terjatuh dari motor dan tertindi motornya,” katanya.

“Saya heran, padahal teman saya sudah menyampaikan kepada satpam, bahwa dia adalah pengacara yang mendampingi teknisi untuk melakukan perbaikan internet di rumah warga. Tapi oleh satpam tetap di halang halangi hingga teman saya terjatuh dari motor,” jelas dia.

Ditambahkan, bahwa sebelum – sebelumnya sudah pernah terjadi penghadangan yang dilakukan oleh pihak satpam perumahan itu. Sehingga dari profider meminta bantuan dari LBH untuk melakukan pendampingan.

“Kami juga sudah pernah berkirim surat kepada atasan dari satpam tersebut, namun sampai saat ini tidak ada respon baik. Sehingga, kami tidak bisa bertemu secara tatap muka,” tutup dia. (Tur)

No More Posts Available.

No more pages to load.