Begini Peranan Pengurus Rukun Warga Cegah Kerawanan Over Capacity TPA Benowo Surabaya 

by -371 Views
Iŕ. Eddy S. Soedjono, PhD (kedua dari kiri) bersama media dan peserta Sosialisasi Pengelolaan Sampah.

SURABAYA, Wartagres.Com – Situasi kerawanan mengancam Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Benowo Surabaya akibat over capacity sampah dari seluruh warga Surabaya.

Dosen Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh November ( ITS ) Surabaya, Iŕ. Eddy S. Soedjono, mengatakan, ada sekitar 1.800 ton sampah masuk ke TPA Benowo per harinya padahal daya tampung TPA hanya 1.000 ton sampah perhari.

” Itu artinya ada selisih kelebihan 800 ton sampah perhari di lahan seluas 37 hektar di Kecamatan Benowo Surabaya itu. Jika hal ini tidak segera diatasi maka kerawanan akan muncul dari timbunan sampah setinggi 30 meter tersebut,” ucap Eddy pada acara Sosialisasi Pengelolaan Sampah yang digelar di Gedung B lantai 2 Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) pada Kamis (19/1/2023) siang.

Kampung Zero Waste (KZW),

Eddy menegaskan, bahwa para RW memiliki peranan penting untuk dapat mencegah overloud sampah yang dihasilkan seluruh warga Surabaya.

“Banyak yang bisa dilakukan oleh pengurus RW, diantaranya yang sudah dilaksanakan oleh beberapa kelurahan di Surabaya yakni, Kampung Zero Waste, Kampung ProKlim, Kampung Surabaya Smart City (SSC), dan Layanan Sayang warga,” tegasnya, Di hadapan sekitar 200 pengurus RW se-Surabaya Barat dari 34 Kelurahan.

Lebih lanjut, Eddy menjelaskan, timbunan sampah setinggi 30 meter tersebut, bisa membahayakan bagi siapa saja yang beraktifitas di TPA Benowo, miasalnya petugas kebersihan dari DLH yang berdinas di sana, para pemulung, juga bagi lingkungan sekitar.

Maka diperlukan tindakan nyata dari segenap stakeholder di Surabaya untuk mengantisipasinya.

“Dari mulai walikota, camat, kepala kelurahan, para pengurus RW, dan pengurus RT serta seluruh masyarakat Surabaya untuk bisa mencegah bahaya yang bisa terjadi,” jelasnya.

Menurutnya ada beberapa cara mengatasi over capacity tersebut agar tidak semakin parah, antara lain di lingkungan Rukun Warga (RW) se-Sùrabaya bekerja sama menciptakan lingkungan bersih menuju zero waste.

“Misal setiap RW ada bank sampah untuk memilah sampah di antaranya, sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun serta limbah bahan berbahaya dan beracun, sampah yang mudah terurai yang bisa diolah sebagai pupuk sampah yang dapat digunakan kembali, sampah yang dapat didaur ulang, dan sampah lainnya,” beber Eddy.

Ia menambahkan, pengelolaan sampah rumah tangga dilakukan untuk pengurangan sampah yakni, pemilahan – pewadahan dua jenis sampah saja sampah organik dan sampah non-organik. “Memilah sampah jadi 2 saja belum tentu bisa dan mau, apalagi menjadi 5 pemilahan,” tambahnya.

Langkah selanjutnya pengumpulan, pengangkutan, pengolahan,dan pembuangan.

Tak kalah penting adalah regulasi yang tegas dari Pemerintah Kota Surabaya dalam pengelolaan sampah, limbah, dan polutan agar masyarakat umum patuh tidak membuang sampah sembarangan, tidak memakai bahan atau peralatan yang berpotensi menjadi sampah, tidak mencemari sungai dengan limbah, dan lain sebagainya.

“Kebersihan dan keindahan lingkungan menjadi milik kita bersama, mari jaga lingkungan mulai sekarang, bukan karena adanya penghargaan. Lingkungan tanpa sampah, menciptakan masyarakat sehat,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.