Festival Rujak Uleg Surabaya Masuk Bagian 110 Karisma Event Nusantara Kemenparekraf RI

by -460 Views
Festival Rujak Uleg diadakan setiap satu tahun sekali.

SURABAYA, Wartagres.Com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menggelar agenda rutin tahunan, yakni Festival Rujak Uleg dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-730 di Jalan Kembang Jepun pada 6 Mei 2023 mendatang.

Berbeda dari tahun sebelumnya, di tahun 2023, Festival Rujak Uleg untuk pertama kalinya resmi menjadi bagian dalam Karisma Event Nusantara (KEN) atau yang dikenal sebagai kalender event nasional milik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.

Hal ini tentunya menjadi salah satu upaya Pemkot Surabaya dalam melestarikan warisan budaya tak benda yang telah menetapkan Rujak Uleg menjadi makanan khas Kota Pahlawan. Serta, mempromosikan kegiatan seni budaya di tingkat nasional hingga internasional.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Farah Andita Ramdhani mengatakan bahwa Festival Rujak Uleg resmi menjadi bagian dari 110 event terpilih Kemenparekraf RI selama satu tahun penuh.

“Banyak indikator yang dibuat Kemenparekraf yang akhirnya lolos dan satu-satunya dari Surabaya. Awalnya kita mengajukan di level Pemerintah Provinsi Jatim, jadi ada tim kurator dari provinsi, kemudian lolos dan masuk ke level nasional. Jadi bukan hanya penyelenggaraan event secara rundown dan layout, tetapi kita menjabarkan mulai dari persiapan peserta hingga menejemen risiko,” kata Farah sapaan lekatnya, Kamis (4/5/2023).

sebanyak 432 peserta yang terdiri dari 108 grup. Para peserta tidak hanya berasal dari jajaran OPD Pemkot Surabaya, melainkan dari hotel, komunitas daerah, Konsulat Jenderal RI, Dharma Wanita, dan PKK Surabaya.

“Gate akan dibuka pada sisi barat dan timur, acara nguleg bersama dimulai jam 19.00 WIB dengan para tamu yang hadir. Namun, kami juga menggelar pra event sejak sore dengan menyuguhkan tampilan seni, serta meningkatkan perekonomian melalui UMKM Kya-Kya termasuk penjualan merchandise,” ujarnya.

Sedangkan pada proses penilaian lomba dalam rangkaian Festival Rujak Uleg, pemkot memberikan dua kategori penilaian yang berdasarkan pada kreativitas menghias meja, yel-yel, kostum, hingga kreasi pembuatan rujak uleg. “Sehingga lebih kreatif dalam mengemas rujak. Kemudian bagi peserta asing bisa menggunakan pakaian khas dari negara asalnya atau busana nasional mereka,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.