SURABAYA, Wartagres.Com – Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Moch. Machmud mendorong Pemkot Surabaya untuk segera menyerahkan Rumah Pemotongan Unggas (RPU) di Kelurahan Jeruk, Kecamatan Lakarsantri ke RPH Surabaya.
“RPU itu memang dibangun khusus untuk unggas. Ini memang perintah Pemerintah Pusat bahwa setiap kota harus punya rumah pemotongan unggas,”ujar dia, Selasa (4/3/2025).
Desakan Komisi B ini tak lepas dari kebutuhan daging ayam atau bebek di Surabaya cukup tinggi. Sehingga dengan dioperasikannya RPU, diharapkan masyarakat Surabaya dapat memperoleh daging ayam atau bebek yang berkualitas, sehat, dan halal.
Machmud mengaku, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan dari Pemkot Surabaya soal progres pembangunan RPU tersebut. Apalagi, infonya pembangunan RPU tersebut sudah selesai.
Kalau benar demikian,
politisi Partai Demokrat ini berharap agar rumah pemotongan unggas tersebut segera diserahkan ke RPH Surabaya. Sehingga nantinya menjadi aset RPH atau boleh juga dianggap sebagai penyertaan modal oleh Pemkot Surabaya.
Yang jelas, lanjut dia, dengan diserahkannya rumah pemotongan unggas itu nantinya pemotongan unggas bisa tersentralisasi atau terpusat di RPU Lakarsantri, tidak tercecer di mana-mana.
“Selama ini saya lihat pemotongan unggas itu ada di gang-gang, di jalan-jalan. Ini kan berpotensi menimbulkan penyakit. Tapi kalau pemotongan unggas terpusat dengan peralatan yang modern seperti itu, maka lingkungan jadi aman dan tak menimbulkan bakteri-bakteri penyakit. Dengan begitu kesehatan daging akan terjamin,” ungkap dia.
Bagaimana dengan pemotongan unggas di pasar-pasar tradisional, Machmud yang juga Ketua Fraksi Gabungan Demokrat, PPP, dan NasDem ini menyatakan juga harus ditertibkan. Yang jelas, semua pemotongan unggas harus dilakukan di RPU Lakarsantri.
“Memotongnya memang harus di sana (RPU Lakarsantri) karena di sana ada pengolah limbah darah unggas. Selain itu pemotongannya juga bagus dengan peralatan yang modern, “tambah dia.
Dengan kapasitas pemotongan hingga 5.000 ekor per hari, RPU ini memang diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi pemotongan unggas di Surabaya.
Sementara Dirut RPH Surabaya, Fajar Arifianto Isnugroho, dikonfirmasi soal pembangunan RPU di Lakarsantri, Senin (3/3/2025) enggan memberikan penjelasan panjang lebar, mengingat rumah potong potong unggas tersebut belum diserahkan ke RPH Surabaya.
“Saya belum bisa komentar banyak mas, karena RPU itu belum diserahkan ke RPH Surabaya. Ya, enggak enak mendahului, kan yang membangun kan Pemkot Surabaya. Ya, kita tunggu saja penyerahannya,”pungkasnya.






