SURABAYA, WARTAGRES.Com – Komisi Pengembangan Dana Umat dan Filantropi (PDUF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur bersama Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana melalui edukasi dan simulasi mitigasi yang menyasar masjid, sekolah, dan pondok pesantren.
Program yang berlangsung selama tiga hari, 28–30 Oktober 2026, digelar di sejumlah lokasi, yakni Kantor MUI Jawa Timur, Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur di Sidoarjo, SMP Maryam Surabaya, serta Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.
Ketua Komisi PDUF MUI Jawa Timur, KH Miftah Jauhari, menegaskan lembaga keagamaan memiliki peran penting dalam membangun budaya sadar bencana sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat.
“Masjid, musala, sekolah, dan pesantren memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, edukasi mitigasi bencana dan perlindungan terhadap kelompok rentan perlu menjadi bagian dari penguatan kapasitas umat,” ujar KH Miftah Jauhari dalam keterangannya, Minggu (1/11/2026).
Menurutnya, peningkatan kapasitas komunitas menjadi langkah penting agar masyarakat lebih siap menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Sementara itu, KH Son Haji dari Dompet Dhuafa menekankan pentingnya sinergi antara lembaga filantropi, lembaga keagamaan, dan para pemangku kepentingan dalam memperluas gerakan kemanusiaan.
“Dompet Dhuafa terus mendorong kolaborasi agar manfaat edukasi kebencanaan dan perlindungan masyarakat dapat menjangkau lebih banyak komunitas,” tuturnya.
Dari sisi pemerintah, perwakilan BPBD Jawa Timur, Dadang, menilai edukasi harus diimbangi dengan latihan berulang agar masyarakat mampu merespons situasi darurat secara tepat.
“Pengetahuan tentang kebencanaan perlu diikuti dengan latihan dan simulasi. Masyarakat harus mengetahui apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana. Dengan latihan yang berulang, respons masyarakat menjadi lebih tepat dan tidak mudah panik ketika menghadapi situasi darurat,” ungkapnya.
Peserta Dapat Pengalaman Praktis
Salah seorang peserta dari unsur pengurus masjid dan musala, Sunarto, mengaku memperoleh pengalaman baru melalui praktik simulasi yang dilakukan selama kegiatan.
“Selama ini kita mungkin hanya mengetahui informasi tentang gempa bumi dari berita atau media sosial. Namun, melalui kegiatan ini kami mendapatkan pemahaman dan pengalaman langsung mengenai apa yang harus dilakukan ketika gempa terjadi,” ujarnya.
Kegiatan tersebut melibatkan jajaran Komisi PDUF MUI Jawa Timur, yaitu KH Miftah Jauhari selaku ketua, Moch Rizzqi Aladib sebagai sekretaris, dan Gus M Syafi’i sebagai wakil ketua.
Sementara dari DMC Dompet Dhuafa, tim fasilitator yang terlibat terdiri atas Lukman, M Syaiban, dan dr Nurul, yang memberikan pendampingan edukasi serta praktik simulasi kebencanaan kepada peserta di setiap lokasi kegiatan.





