Sigit Sosiantomo Tegaskan Ideologi Pancasila Pemersatu Bangsa Bukan Memecah Belah

by -162 Views
Anggota DPRRI/MPRRI Fraksi PKS Ir. H. Sigit Sosiantomo acara sosialisasi empat pilar kebangsaan.

SURABAYA, Wartagres Com – Anggota DPRRI/MPRRI Fraksi PKS Ir. H. Sigit Sosiantomo menegaskan bahwa pancasila harus menjadi ideologi pemersatu bangsa. Indonesia dengan beribu pulau suku bahasa dan bahasa tetaplah jadi satu dalam naungan Pancasila.

Semangat persatuan dalam kebhinekaan jadi nilai luhur yang di wariskan nenek moyang kita bangsa Indonesia sejak zaman mojopahit. Demikian di tegaskan Sigit dalam acara sosialisasi empat pilar kebangsaan yang di adakan di Aula Sport Center, Selasa (25/5/2021) Desa Suwaluh, Balongbendo, Sidoarjo.

Sigit mengatakan, upaya menyàtukan bangsa dari perbedaan bangsa, bahasa dan suku sejak dahulu telah di jalankan dan tidak menjadi penghalang untuk menjadikan negeri ini menjadi besar dan bermartabat.

Pancasila dengan sila Ketuhanan sebagai pondasi beragama dalam menjalankan sistem pemerintahan dan sistem ketatanegaraan kita. Kita hrs menghormati sesama pemeluk agama yg berbeda.

“Pemeluk agama yang berbeda bukanlah musuh satu sama lain selama dia berketuhanan. Yang menjadi musuh kita bersama adalah mereka yang mengaku sebagai warna negara tetapi tidak bertuhan,” ungkapnya.

Dalam sila kemanusiaan yang adil dan beradab. Sigit mengingatkan betapa mulianya para pendiri negara kita ini, beliau semua menghormati nilai-nilai universal kemanusiaan, Adil dan juga beradab.

“Di perlakukan sama dengan warga masyatakat yg lainnya, tidak yang istimewa. Sistem nilai kita ini luar biasa, jauh menandungi sistem nilai yang ada di Inggris dan amerika,” lanjut, Sigit depan konstituennya di Sidoarjo.

Sila persatuan Indonesia, memerintahkan kita untuk menjaga persatuan. Perbedaan agama, suku, bangsa dan bahasa bukanlah penghalang, tetàpi malah menjadi modal untuk bergerak bersama dalam ideologi pancasila.

“Di butuhkan pemimpin yang bijak, agar bangsa ini bisa menjadi maju dan besar, ini yang masih kurang di kita saat ini. Kebijakan yang berdampak pada masyarakat kecil, seperti pajak pada beras, pada bahan makanan pokok bukanlah sesuatu yang bijak,” ujarnya.

Oeh karena itu, lanjut Sigit, harus di tolak dan PKS berdiri di depan menolak kebijakan-kebijakan seperti ini karena memang bertentangan dengan nilai-nilai luhur pancasila kita.

Terakhir, Sigit mrnambahkan, sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia mengarahkan agar kesejahtaraan, kakayaan bangsa ini haruslah sebesar besarnya di gunakan untuk kemakmuram rakyat.

“Tidak boleh ada monopoli, berikan ruang kepada rakyat untuk mengelola kekayaan alam bangsa ini. Saat ini kita butuh pendidikan gratis, ini bisa di capai kalau uang negara kita banyak. Uang bisa di hasilkan dari pengelolaan sumber daya alam kita, dengan teknologi tinggi,” pungkasnya. (Tur)

No More Posts Available.

No more pages to load.