wartagres.com
Gaya Hidup Headline

Menjadi IBU, Artinya Siap Menjadi TOTAL PERSON

SURABAYA, Wartagres.Com – Menjadi seorang Ibu itu sungguh pencapaian dan amanah yang luar biasa, artinya Allah sedang memberikan kesempatan besar untuk mengawal sosok hamba ciptaan-Nya untuk tetap dalam fitrahnya, mengawal untuk menjadi versi terbaiknya dan mengembalikan kepada sang pemilik tetap dalam kondisi fitrahnya.

Mengawal dari masa kehamilan, kelahiran, batita, balita hingga dewasa. Peran ibu takkan pernah usai untuk itu dibutuhkan energi yang sangat luar biasa, energi yang terus menerus menggerakkan, energi yang tak pernah padam.

Ibu yang menginginkan anak-anak yang terbaik maka Ibu harus pula menjadi ibu terbaik, yaitu menjadi “TOTAL PERSON”.

Apa itu Total Person ?

Total person adalah sebuah konsep tentang manajemen kehidupan yang di popululerkan oleh seorang motivator dan penulis asal Amerika Serikat yang bernama Paul J. Meyer, bahwa setiap manusia sebagai makhluk memiliki kesempurnaan fisik dan pikiran, menjadi sebuah keharusan memahami secara seksama tentang cara pandang dirinya terhadap seluruh aktivitas kehidupan yang dijalani.

Meyer tumbuh besar di lingkungan keluarga imigran yang miskin , hidupnya saat itu habis digunakan ke ladang dan kebun dengan pekerja imigran lainnya, disebuah kesempatan Meyer kecil bertanya kepada ibunya,

“Apakah saya harus mengerjakan pekerjaan kasar ini sepanjang hidup saya ??”, tanyanya.

Lalu, jawab sang Ibu, “Kamu memiliki segalanya disini untuk melakukan apapun dan menjadi siapapun yang kamu mau”.

Kalimat ibunda Meyer kecil inilah yang membentuknya menjadi seperti saat ini, salah satunya mampu menuliskan karya tentang Total Person. Konsep total person adalah cara hidup yang berorientasi pada tindakan dengan cara menyeimbangkan seluruh aspek kebutuhan manusia untuk menjadi sukses, konsep ini mengajak kita untuk memiliki pemahaman, bahwa untuk menjadi seorang pribadi yang bertumbuh dan sukses, maka harus memenuhi unsur-unsur pertumbuhan dan kesuksesan itu sendiri.

Penulis tidak ingin menuliskan lebih jauh tentang konsep Total Person, tetapi ingin menyampaikan bahwa sesungguhnya hal inipun sudah tertuang dalam Alquran surat At Tin ayat 4 yang berbunyi “Laqod khalaqnal insaana fii ahsanit taqwiim” Yang artinya : “Sungguh Kami telah menciptakan manusia dengan sebaik baik penciptaan “ sungguh maha Benar Allah yang Maha Besar dan membesarkan kehidupan manusia.

_Wa bil_ khusus kepada para Ibu, Allah sudah menyiapkan Perempuan dengan memberikannya kodrat untuk mendapatkan haid setiap bulan, merasakan kepayahan saat fase kehamilan dan merasakan kesakitan yang luar biasa saat melahirkan. Ini adalah cara dan bukti cinta Allah untuk mendidik Ibu melatih ketahanan otot fisik, ketahanan otot menahan rasa sakit.

Kemudian merasakan fase menyusui ekslusif selama 6 bulan dan disempurnakan dalam 2 tahun adalah fase yang menguras emosi, disini pula Allah sedang melatih untuk memiliki ketahanan otot emosi, ketahanan otot berpikir dan ketahanan otot sosial.

Atas kehendak Allah, ibu mendapatkan didikan secara alami, bekal yang sangat dibutuhkan untuk mendidik sang buah hati.

Seorang ibu memang bukanlah Imam, tapi ibulah yang mencetak Imam, sang pemimpin bangsa, sangat berperan menjadi bagian dari peradaban. Tentu saja tidak berhenti sampai disini, seorang ibu harus terus menerus belajar untuk menjadi sebaik baik penciptaan, untuk menjadi Total Person, sebagaimana sabda Rasulullah, yang artinya :

“mencari ilmu itu WAJIB hukumnya bagi laki laki maupun perempuan” Dan dikuatkan lagi dalam hadits yang lain, yang artinya : “Tuntutlah ilmu sejak dari buaian sampai liang lahat”

Karena itu , tidak berlebihan rasanya judul diatas bahwasanya menjadi seorang IBU artinya menjadi Total Person, ALLAH sudah mendesainnya sedemikian rupa.

Manakala Ibu sudah menemukan life purpose yang sedemikian mulianya, maka tidak akan pernah kehabisan energi untuk meraihnya, secara otomatis akan mengupayakan segala sesuatu yang mengiringinya.

Setiap IBU pasti merindukan anak anaknya masuk Surga , karena itu akan berjuang menjadi IBU yang dirindukan Surga. (Tur)

penulis : Enny Minarsih

Related posts

Sigit Sosiantomo : Empat Pilar Sebagai Warisan Terbaik Pendiri Bangsa Yang Harus Dipahami Secara Utuh, Menyeluruh Dan Berkelanjutan

redaksiKG01

Sigit Sosiantomo Tegaskan Ideologi Pancasila Pemersatu Bangsa Bukan Memecah Belah

redaksiKG01

Sosialisasi 4 Pilar, Sigit Sosiantomo : Pancasila Pemersatu Bangsa

redaksiKG01