Pemdes Panunggalan Kecamatan Sugihwaras Manfaatkan Alokasi Dana Desa untuk Pengaspalan

by -449 Views
Jalan poros di kecamatan Sugihwaras terlihat sudah diaspal.

BOJONEGORO, Wartagres.Com – Pemerintah Desa Panunggalan, Kecamatan Sugihwaras memanfaatkan Alokasi Dana Desa (ADD) dari Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Kabupaten Bojonegoro tahun 2022, untuk pengaspalan jalan poros Desa.

Kepala Desa Panunggalan Masja’i mengatakan, telah menyelesaikan pengaspalan jalan poros di Dusun Bayong dengan panjang 260 meter lebar 3 meter. Selain dilalui untuk anak anak pulang pergi sekolah jalan poros tersebut adalah akses utama warga untuk ke sawah.

“Dengan Pengaspalan jalan ini manfaatnya banyak sekali untuk warga, selain untuk akses pendidikan, terutama bagi para petani yang sebelumnya kesulitan mengangkut hasil panen,” katanya Jum’at (17/02/2023).

Sebelum diperbaiki lanjut Kades, jalan tersebut berupa paving dengan kondisi rusak parah, sehingga warga yang melintas kesulitan karena banyaknya genangan air. Ia juga mengungkapkan akan meneruskan pengaspalan tahun ini supaya lebih banyak lagi warga yang mendapatkan manfaat.

“Total panjang jalan sekitar 4 Km, yang sudah diaspal 260 meter, jadi masih banyak yang harus diperbaiki dan keinginan masyarakat bisa secepatnya dilanjutkan pengaspalannya,” tutur Kades.

“Selain pengaspalan Pemdes Panunggalan juga sudah menyelesaikan perbaikan Jalan Usaha Tani (JUT) karena Jalan usaha tani atau jalan pertanian tersebut juga sangat penting sebagai prasarana transportasi pada kawasan pertanian untuk memperlancar mobilitas alat dan mesin pertanian, pengangkutan sarana produksi menuju lahan pertanian, dan untuk mengangkut hasil produk pertanian dari lahan menuju tempat penyimpanan, tempat pengolahan, atau pasar.

Kepala desa Panunggalan yang diwakili oleh Kasun Kedondong saat cek lokasi area persawahan Desa menjelaskan bahwa pihaknya tahun 2022 sudah membangun JUT di beberapa dusun sepanjang 150 meter dengan cor beton dan batu pedel dengan lebar rata-rata 1,5 meter.

“Sebelum ada Jalan Usaha Tani ini dimasa musim penghujan dan saat panen, para petani kesulitan untuk membawa hasil panennya ke jalan poros, seringkali dipikul karena kondisi jalan yang sempit serta berlumpur, sekarang setelah adanya Jalan Usaha Tani (JUT) Alhamdulillah sudah lancar biarpun panen di musim hujan tetap bisa di angkut dengan motor,” Ucap kasun.

Disisi lain Wakijan warga Desa Panunggalan mengungkapkan rasa syukurnya dengan adanya JUT yang ada di area sawahnya. Ia mengaku senang disaat panen biaya ongkos angkut lebih irit. “Sekarang kalau mau ngangkut padi tidak kerepotan,” ucapnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.