SURABAYA, Wartagres.Com – Memperkuat langkah konsolidasi setelah hampir setahun berjalannya masa kepengurusan, jajaran Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur bersama Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kota Surabaya melaksanakan lawatan silaturahim dengan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Pertemuan di Balai Kota Surabaya pada Rabu (15/7/2026) ini menegaskan komitmen PKS untuk terus bersinergi membangun Kota Pahlawan.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DPW PKS Jatim, Bagus Prasetia Lelana, Wakil Sekretaris I DPW Bustanul Arifin, Ketua DPD PKS Kota Surabaya, M. Frimainto Utomo, serta Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Surabaya, Cahyo Siswo Utomo. Kehadiran para pimpinan partai ini membawa pesan kolaborasi yang erat antara legislatif, partai pengusung, dan jajaran eksekutif.
Ketua DPW PKS Jatim, Bagus Prasetia Lelana, menyampaikan bahwa pertemuan ini adalah ruang komunikasi untuk menyelaraskan ritme antara partai dan pemerintah.
“Silaturahim ini menjadi momentum penguatan sinergi di bawah kepengurusan DPW dan DPD PKS saat ini. Sebagai salah satu elemen partai pengusung pasangan Eri-Armuji, kami ingin berdiskusi lebih hangat dan bertukar pandangan secara langsung. Harapannya, PKS dapat terus menyelaraskan langkah dan memberikan dukungan terbaik bagi program-program Pemkot demi kemajuan Surabaya,” ujar pria yang akrab disapa Pak Bagus tersebut.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyambut antusias kunjungan dan inisiatif dari jajaran PKS. Ia menekankan bahwa pembangunan kota menuntut gotong royong semua pihak, terutama dalam hal pengawalan program-program strategis.
“Saya tentu sangat mengapresiasi dan menyambut hangat inisiatif silaturahim dari teman-teman PKS ini. Pemkot tidak bisa bekerja sendirian; kami butuh kolaborasi solid dari berbagai pihak, tak terkecuali di sektor pengawasan. Seperti yang mungkin rekan-rekan amati, saat ini ada beberapa gebrakan terkait perbaikan layanan publik yang tengah ramai di perbincangkan,” jelas Cak Eri, sapaan akrab Wali Kota Surabaya.
Pernyataan tersebut merujuk pada langkah tegas Cak Eri belakangan ini yang viral lantaran kerap melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah kelurahan dan kecamatan. Aksinya turun gunung guna membereskan karut-marut pelayanan dan administrasi warga itu bahkan sempat menuai dukungan sekaligus dorongan dari DPRD Surabaya agar birokrasi di bawahnya bisa lebih adaptif dan cepat berinovasi tanpa harus menunggu teguran langsung dari pimpinan.
Terkait hal itu, Cak Eri menjelaskan pendekatannya kepada pimpinan PKS secara lebih cair. “Memang, tantangan eksekusinya kerap kali ada di level pengawasan. Itulah sebabnya saya memutuskan untuk sesekali turun langsung ke lapangan. Tujuannya bukan sekadar mencari-cari kelemahan, melainkan untuk memberikan keteladanan langsung kepada teman-teman di kecamatan dan kelurahan agar bisa lebih tanggap, responsif, dan tidak selalu menunggu instruksi saat melayani warga,” tuturnya.
Selain tentang birokrasi, porsi pembicaraan juga menyentuh program pemberdayaan kepemudaan melalui Karang Taruna (Kartar). Cak Eri mengungkapkan bahwa serapan dana alokasi pemuda masih perlu didorong lebih kuat.
“Program pendanaan untuk pemuda di Kartar itu masih kurang optimal penyerapannya. Perlu dukungan jaringan berbagai pihak agar anak-anak muda ini punya kemauan dan kecakapan untuk mengakses fasilitasi pemkot tersebut,” imbuh Cak Eri.
Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Surabaya, Cahyo Siswo Utomo (Mas Cahyo), menanggapi ajakan kolaborasi tersebut. Ia memastikan fungsi pengawasan dan edukasi akan berjalan paralel.
“Fraksi PKS DPRD Surabaya siap berkolaborasi penuh memastikan fungsi pengawasan di tiap kecamatan dan kelurahan berjalan maksimal agar selaras dengan ritme Wali Kota. Terkait pemuda, kami akan menggerakkan jejaring anak muda di wilayah untuk turun mengedukasi serta menjadi bagian dari Karang Taruna agar dana pemberdayaan pemkot bisa termanfaatkan dengan baik dan berdampak positif bagi warga,” pungkas Mas Cahyo.





