Tak Patuhi Aturan PSBB Tahap 2, Warga Dilarang Lakukan Perpanjangan SIM dan SKCK Selama 6 Bulan

by -107 Views

Surabaya, Wartagres.com – Forkopimda Jawab Timur dalam rapat koordinasi yang digelar malam ini (9/5/2020) di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Dihadiri oleh tiga kepala daerah khususnya di penerapan PSBB di Surabaya Raya. Yakni Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik.

Atas koordinasi itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyetujui perpanjangan Pembatasan Social Berskala Besar (PSBB) untuk wilayah Surabaya Raya.

Maka dari itu, nantinya pada masa perpanjangan PSBB akan dilaksanakan lebih ketat oleh petugas, dan akan diikuti oleh penindakan secara tegas bagi para pelanggar. Pada PSBB pertama, Pemprov Jatim dan penegak hukum masih memberlakukan fase edukasi dan imbauan serta penindakan kepada warga.

“Fase tersebut sudah selesai, warga yang melanggar akan langsung ditindak. Kunci agar PSBB berhasil adalah warganya harus disiplin, harus patuh, dan jangan menyepelekan penyebaran covid-19,” Kata Gubernur Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, (9/5/2020).

“Penindakan akan lebih nampak di PSBB tahap kedua. Akan ada penindakan berupa pemberian sanksi bagi mereka yang melakukan pelanggatan PSBB, mereka yang melanggar tidak akan mendapatkan perpanjangan SIM selama 6 bulan ke depan, begitu juga saat mengurus SKCK,” Tambah Khofifah.

Seperti diketahui, penerapan PSBB di Surabaya Raya meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik akan resmi berakhir pada 11 Mei 2020 pekan depan, sejak dimulai 28 April 2020 lalu.

Namun dengan adanya kesepakatan perpanjangan ini, maka PSBB Surabaya Raya akan diakhiri pada tanggal 25 Mei 2020 mendatang.

Ketua Tim Advokasi PSBB dan Survilans Covid-19 dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair, Windhu Purnomo mengatakan, pihaknya mengkhawatirkan munculnya gelombang kedua penularan Covid-19 jika PSBB tidak diperpanjang.

“Penularan covid-19 sudah kelihatan polanya. Maka dari itu kami merekomendasikan PSBB diperpanjang hingga 28 hari meskipun pertumbuhan pasien positif covid-19 di suatu daerah menjadi datar selama dua pekan diterapkan PSBB,” Kata Windhu Purnomo Ketua Tim Advocating PSBB Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair.

“Melihat kondisi semacam itu, PSBB memang seharusnya minimal 28 hari. Dua minggu pertama untuk evaluasi sebetulnya. Tapi dari segi penularan kasus minimal 28 hari,” imbuhnya. (RDP)

No More Posts Available.

No more pages to load.