Gelapkan Uang Pembelian Motor Sebesar 385 Juta, Wanita Asal Bangkalan Madura Diringkus Polisi

by -28 Views
Tersangka Izzati Khoirina Pinta Inami.

SURABAYA, Wartagres.Com – Seorang wanita yang bekerja di bagian sales marketing freelance di surabaya diringkus Polisi.

Wanita yang mempunyai nama Izzati Khoirina Pinta Inami, ini diringkus anggota polisi Polsek Wiyung. Lantaran dia menggelapkan uang pembeli motor hingga Rp 385 juta.

Tersangka ini menggelapkan uang pembayaran kontan milik korban (pembeli) motor. Setidaknya ada 30’an orang yang menjadi korban.

Kapolsek Wiyung Kompol Parmiatun, menjelaskan, kasus penggelapan berawal saat tersangka menawari motor kepada korban Prayudi warga Jalan Dukuh Karangan, Wiyung September 2021.

Setelah itu, korban membeli satu unit motor melalui tersangka. Oleh korban, saat itu dibayar kontan. Uang pembayaran diserahkan ke tersangka Izzati. Tanpa sepengetahuan korban, oleh tersangka pembelian motor tersebut dipindah menjadi kredit.

“Pihak korban terus ditagih leasing, pada hal beli motor cash. Merasa ada yang tidak beres korban melaporkan tersangka ke Polsek Wiyung,” kata Kompol Parmiatun, Kapolsek Wiyung.

Setelah dilakukan penyelidikan, tersangka akhirnya dibekuk di Dukuh Karangan Wiyung. Dia dipancing korban dan polisi. Begitu tiba, tersangka langsung diringkus.

“Sebelumnya ditelpon sulit. Tersangka sempat tidak pernah kelihatan atau sembunyi,” ungkapnya.

Ketika dilakukan pemeriksaan, lanjut Parmiatun, tersangka mengaku mengalihkan pembayaran motor dari kontan ke kredit karena uangnya digunakan menutup angsuran lainnya.

“Korbannya kurang lebih ada 30 orang. Di kami ada empat laporan kerugian sekitar Rp 385 juta,” katanya.

Menurut Parmiatun, modus tersangka pun sama saat menggaet korban. Dia terlebih dahulu mendatangi rumah korban dan menawarkan motor. Ketika sudah deal uang pembayaran dibawa korban dan dialihkan menjadi kredit.

“Korbannya tersebar, ada di wilayah Gresik, Surabaya dan Sidoarjo. Dia gali lubang tutup lubang,” tutup dia. (Rdp)

No More Posts Available.

No more pages to load.