SURABAYA, Wartagres.Com – Butuh uang untuk mudik lebaran, BN (38), warga Besuki Situbondo, Jawa Timur, yang bekerja sebagai penjaga sekolah TK Islam Al Fajar, Jalan Medokan Sawah, Kecamatan Rungkut, nekat membobol ruang kepala sekolah dan menggondol uang Rp 43 juta.
Aksi pembobolan ini terjadi pada 17 Maret 2026. Pihak sekolah baru mengetahui peristiwa itu usai lebaran. Kemudian pihak yayasan melaporkan kejadian tersebut pada 28 Maret 2026. Dari serangkaian penyelidikan, pada 29 Maret 2026, pelaku akhirnya berhasil diamankan.
“Tersangka sempat berlagak tidak melakukan aksi pencurian dengan pemberatan. Pria asal Besuki Situbondo itu bahkan sempat mendampingi pihak yayasan untuk melapor ke Polsek Rungkut,” jelas Kapolsek Rungkut, Kompol Agus Santoso, Jumat (10/4/2026).
Kapolsek menjelaskan, modusnya tersangka merusak kunci pagar mematikan listrik sekolah terlebih dahulu supaya kamera CCTV tidak merekam aksinya.
“Pihak sekolah mengetahui sekolah dibobol maling usai lebaran. Kasus tersebut dilaporkan ke Polsek Rungkut. Anggota reskrim Polsek Rungkut melakukan penyelidikan dan cek TKP,” terang dia.
Dari hasil olah TKP, keterangan saksi dan petunjuk CCTV, pelaku pembobolan ternyata penjaga sekolah sendiri.
“Untuk mengelabuhi pihak sekolah, tersangka juga melakukan rekayasa dengan merusak gembok ruangan kepala sekolah,” jelasnya.
Lebih lanjut diterangkan, tersangka BN sendiri sudah bekerja di sekolah tersebut selama tiga tahun. Oleh tersangka uang hasil pencurian dipakai sewa mobil untuk mudik lebaran di kampung halaman.
“Hasil kejahatan dipakai sewa mobil mudik tujuh hari di desa dan kebutuhan keluarga,” tuturnya.
Akibat perbuatannya tersangka dikenakan pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman 9 tahun penjara.






