Miris! Ternyata Ini Penyebab Kematian Dua Suporter Arema, Bukan Disebabkan Gas Air Mata

by -368 Views
Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) Prof. Dr. Nabil Bahasuan.

SURABAYA, Wartagres.Com – Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) Prof. Dr. Nabil Bahasuan, telah melakukan otopsi kepada dua korban Tragedi Kanjuruhan, Malang. Natasya Debi Ramadani (16) dan adiknya Naila Debi Anggraini (13).

Dikatakan, mereka meninggal bukan karena gas air mata. Menurut Prof Nabil dari pemeriksaan sekitar satu bulan, ada kesamaan penyebab kematian kedua remaja itu.

“Mereka meninggal karena kekerasan benda tumpul, juga terjadi pendarahan di kedua korban. Serta terdapat patah tulang iga dan patah tulang dada,” jelas dia.

“Itulah penyebab kematian mereka. Kalau pun mereka selamat, penanganannya harus cepat. Karena kondisi seperti itu. Jadi dari hasil pemeriksaan, tidak terdeteksi adanya gas air mata di kedua korban itu,” ungkapnya.

Ia mengaku mengalami kesulitan dalam melakukan autopsi. Sebab, saat pengambilan sample, korban itu dalam kondisi pembusukan. Sehingga, ia dan tim himpunan dokter forensik Indonesia hanya mengambil bagian tubuh yang masih utuh.

Namun ia memastikan jika hasil yang mereka keluarkan itu, dapat dipertanggungjawabkan. Bahkan, hasil autopsi yang timnya itu lakukan, sudah diserahkan ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Nanti dalam persidangan mungkin dipanggil ahli dari BRIN untuk memastikan hasil yang kami berikan,” tegasnya.

Sayangnya, ia tidak mau menjelaskan secara gamblang hasil autopsi tersebut. Sebab, hasil detailnya akan dipaparkan dalam persidangan nanti.

“Saya sekarang hanya bisa menjelaskan intinya saja. Detailnya saya berikan ke jaksa untuk materi persidangan nanti. Apa saja yang kami ambil kemarin, sudah dipaparkan dalam hasil autopsi. Di sana lengkap semua,” ungkapnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.